Kamis, 16 Februari 2012

antara viking dan the jak (romeo juliet)


Romeo dan Juliet! Ketika kita mendengar kedua nama ini, semua orang akan langsung berpikir tentang suatu kisah cinta romantis antara dua manusia.Demikian seperti yang diceritakan dalam versi Romeo Juliet perfilman Indonesia.Romeo Juliet versi film Indonesia tentu saja sangat berbeda dengan versi Romeo Juliet film Hollywood yang dibintangi Leonardo Di Caprio dan Claire Danes. Dalam versi film Romeo Juliet Indonesia. Indonesia versi ini diceritakan tentang perjuangan cinta dari dua manusia bermusuhan. Disebut bermusuhan karena dua orang yang terlibat kisah cinta dalam film ini berasal dari dua kelompok penggemar sepak bola yang telah lama bermusuhan, yang merupakan anggota wanita dari Lady Vikers, menyerukan anggota perempuan dari Klub Fans Persib Viking (pendukung Persib Bandung) dan seorang pria yang adalah seorang senior dari The Jak Mania (pendukung Persija Jakarta).

Gelap permusuhan yang terjadi antara Viking dan The Jak Mania seolah-olah itu telah dilarang dalam kasus kisah cinta antara dua anggota pendukung. Itu terjadi dalam film ini, Persib Fans Club Viking dan Jak Mania setuju sama perselingkuhan yang terjadi pada anfgotanya. Tapi di luar kisah cinta antara anggota anggota Lady Vikers dan anggota The Jak Mania, Romeo Juliet film juga menimbulkan kontroversi antara para pendukung. Bahkan, di kota Bandung film ini dilarang dan dilarang ditayangkan di bioskop. Hal ini karena sisi Viking Persib Fans Club menganggap Romeo Juliet terlalu banyak film yang mengangkat perseteruan antara Fans Club Persib Viking dan The Jak Mania.
Viking Persib Fans Club mengasumsikan bahwa mereka dan The Jak Mania tidak pernah terjadi perang terbuka dalam skala besar seperti yang digambarkan dalam film Romeo Juliet meskipun Viking Persib Fans Club dan The Jak Mania telah lama berselisih. Bahkan direktur Romeo Juliet film adalah Andi Bachtiar Yusuf menderita luka-luka karena dianiaya oleh sekelompok pendukung yang tidak suka pembuatan film Romeo Juliet.
Ini adalah bagaimana sepak bola Indonesia, fanatisme pendukung yang sangat kuat untuk klub yang membela dan menyebabkan persaingan yang sangat kuat dengan kelompok-kelompok pendukung lainnya. Itulah yang terjadi antara Fans Club Persib Viking dan The Jak Mania. Persib Fans Club Viking adalah fanatik dalam mendukung Persib Bandung, sehingga adalah The Jak Mania juga fanatik dalam mendukung Persija Jakarta. Meski begitu panasnya perseteruan antara Persib Bandung dan Jakarta Persija memiliki perseteruan seperti Real Madrid dan Barcelona di Spanyol atau Manchester United dan Liverpool di Inggris, sehingga pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta sering disebut El Classico Indonesia atau dari Derby Indonesia .
Ada banyak peristiwa dan kejadian-kejadian yang terjadi sebagai akibat permusuhan abadi ini dua garis keras pendukung. Bahkan polisi dan PSSI dan PT Liga Indonesia sudah berulang kali meminta Fans Club Persib Viking dan The Jak Mania untuk perdamaian. Tapi, sama sekali tidak ada titik terang untuk mendamaikan mereka. Sampai saat ini Viking sering menyanyikan lagu-lagu rasis untuk menghujat tim mereka membenci setiap kali menonton permainan Persib, meskipun Persib Bandung dan Persija Jakarta tidak saling bertarung dalam satu pertandingan. Pada saat Persib Bandung dan Persija Jakarta bertemu, Polda Metro Jaya (jika pertandingan akan berlangsung di Gelora Bung Karno atau Stadion Lebak Bulus) dan Polwiltabes Bandung (jika pertandingan akan berlangsung di Stadion Siliwangi atau Si Jalak Harupat Stadium) akan berpikir dua kali untuk lisensi game karena begitu besar potensi kekerasan antara pendukung kedua tim.
Ini permusuhan yang saya pikir itu membuat sepak bola di Indonesia menjadi lebih menarik.


http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://ridwanpriyatna.wordpress.com/2011/11/30/romeo-juliet/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar