SEORANG
temanku -- yang mungkin telah lama menggila, menyebutku seorang bangkai manusia
yang bergentayangan. Tiada jalan lain, untuk mengembalikan sejatinya hidup agar
aku menjadi gila atau paling tidak sesekali menjadi orang gila. Harus berani
jalan-jalan di sembarang tempat, misalnya di pasar-pasar, tempat perbelanjaan,
kantor-kantor intansi pemerintahan, dll, termasuk kalau memungkinkan di tempat
peribadatan.
“Untuk
memulai itu kau harus pertama kali berkencan atau konsultasi dulu dengan orang
gila,” lanjut teman gila itu, “Jika mengaku lelaki normal, kencanilah wanita
yang sudah gila. Jangan cari jauh-jauh, dekatilah wanita yang kerap berada di
jembatan itu sepuasmu,” ujarnya sebelum kepergiaannya menjalani hidup menjadi
orang gila.
Wah,
barangkali omongan itu sebagai upaya mencari pertemanan agar dia tak sendiri.
Aku pikir, barangkali agar komunitas orang gila semakin meningkat, begitu?
Entahlah, malam memang mulai meremang di mataku. Angin berkesiut dari utara, rasa
gigil mulai terasa menyungkup.